Saturday, August 19, 2017

Kapolda Lampung Ungkap Kasus Pecah Kaca Dan Pengkapan Pelaku Kepemilikan 144 Kg Ganja. Foto Deni Wartawan Lapost


Selain press rilis kasus tewasnya pelaku pecah kaca, Kepolisian Daerah Lampung juga melakukan ekspos pengungkapan 144 KG ganja kering, di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, Minggu (20/8/2017).

Jajaran Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung menangkap bandar ganja bernama Sarkawi alias Awi (37) dirumah setengah jadi di wilayah Linsu, Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu (19/8). Polisi juga menemukan 144 KG dirumah terbengkalai yang sengaja dikontrak tersangka untuk menyimpan ganja tersebut.

Ekspos kasus tersebut dilakukan oleh Kapolda Lampung Irjen Sudjarno didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Bonifasius Tampoi, dan Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono.

Kapolda mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat. "Berdasarkan informasi tersebut kami melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus ini," kata Kapolda.

Kapolda mengatakan, diduga kuat ratusan KG ganja kering itu berasal dari Aceh. "Kemungkinan besar akan dibawa ke luar Lampung," kata dia.
Polisi membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukan pengintaian dirumah yang dimaksud.

Setelah dua hari melakukan pengintaian ditempat tersebut, polisi mendapati dua orang datang menggunakan sepeda motor berboncengan. Salah satu tersangka turun dari sepeda motor dan masuk ke dalam rumah untuk mengambil paket diduga ganja kering.

Saat itu polisi langsung menyergap dan menangkap orang tersebut yang diketahui bernama Sarkawi berikut barang bukti 144 KG ganja kering dari dalam rumah itu. Sedangkan satu tersangka lainnya yang menunggu diatas motor yang belakangan diketahui bernisial J langsung tancap gas melarikan diri.

Sarkawi mendapat hadiah timah panas di kaki nya karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Dari hasil pemeriksaan Sarkawi, barang bukti itu diakuinya milik seseorang bernama Leman. "Saya disuruh Leman untuk menjual ganja itu," kata Sarkawi.Barang bukti narkoba yang dibungkus menggunakan lakban warna cokelat itu disimpan didalam kardus kemudian diletakkan ditengah tengah rumah setengah jadi yang dijadikan gudang. Karena belum ada atapnya, tumpukan ganja itu ditutup menggunakan terpal.
Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) sub pasal 111 ayat (2) dan UU RI No. 35 tahun 2009 tentnag narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup.

Sumber: Lampost.cohttp://www.lampost.co/mobile/berita-komplotan-sepesialis-pecah-kaca-mobil-ditangkap-satu-pelaku-tewas

Pelaku Di Dor 144 Kg Ganja Asal Aceh Diamankan,

Kapolda Lampung Ungkap Kasus Pecah Kaca Dan Pengkapan Pelaku Kepemilikan 144 Kg Ganja. Foto Deni Wartawan Lapost


Selain press rilis kasus tewasnya pelaku pecah kaca, Kepolisian Daerah Lampung juga melakukan ekspos pengungkapan 144 KG ganja kering, di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, Minggu (20/8/2017).

Jajaran Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung menangkap bandar ganja bernama Sarkawi alias Awi (37) dirumah setengah jadi di wilayah Linsu, Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu (19/8). Polisi juga menemukan 144 KG dirumah terbengkalai yang sengaja dikontrak tersangka untuk menyimpan ganja tersebut.

Ekspos kasus tersebut dilakukan oleh Kapolda Lampung Irjen Sudjarno didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Bonifasius Tampoi, dan Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono.

Kapolda mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat. "Berdasarkan informasi tersebut kami melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus ini," kata Kapolda.

Kapolda mengatakan, diduga kuat ratusan KG ganja kering itu berasal dari Aceh. "Kemungkinan besar akan dibawa ke luar Lampung," kata dia.
Polisi membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukan pengintaian dirumah yang dimaksud.

Setelah dua hari melakukan pengintaian ditempat tersebut, polisi mendapati dua orang datang menggunakan sepeda motor berboncengan. Salah satu tersangka turun dari sepeda motor dan masuk ke dalam rumah untuk mengambil paket diduga ganja kering.

Saat itu polisi langsung menyergap dan menangkap orang tersebut yang diketahui bernama Sarkawi berikut barang bukti 144 KG ganja kering dari dalam rumah itu. Sedangkan satu tersangka lainnya yang menunggu diatas motor yang belakangan diketahui bernisial J langsung tancap gas melarikan diri.

Sarkawi mendapat hadiah timah panas di kaki nya karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Dari hasil pemeriksaan Sarkawi, barang bukti itu diakuinya milik seseorang bernama Leman. "Saya disuruh Leman untuk menjual ganja itu," kata Sarkawi.Barang bukti narkoba yang dibungkus menggunakan lakban warna cokelat itu disimpan didalam kardus kemudian diletakkan ditengah tengah rumah setengah jadi yang dijadikan gudang. Karena belum ada atapnya, tumpukan ganja itu ditutup menggunakan terpal.
Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) sub pasal 111 ayat (2) dan UU RI No. 35 tahun 2009 tentnag narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup.

Sumber: Lampost.cohttp://www.lampost.co/mobile/berita-komplotan-sepesialis-pecah-kaca-mobil-ditangkap-satu-pelaku-tewas
Langkah Brigadir Medi Andika terpidana mati kasus pembunuhan terhadap anggora DPRD Bandar Lampung, M Pansor, untuk bebas dari hukuman mati terus dilakukan. Hal ini diungkapkan Sopian Sitepu, Kuasa Hukum terdakwa Medi saat di hubungi Lampung Post, Selasa (15/8/2017).

Sopian Sitepu menuturkan, pada tanggal dua Agustus minggu lalu tim penasehat hukum yang di ketuai olehnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, denga tujuan membatalkan hukuman mati terhadap Medi Andika, " sudah kami lakukan upaya kasasi berkas sudah masuk awal bulani ini sekitar tanggal 2 kemarin," ujar Sopian kemarin.

Dalam hal pengajuan kasasi ini, tim penasehat hukum mau pun terdakwa berharap hukum acara pidana pasal 188 KUHAP, " Harapan kita hukum acara pidana pasal 185 dan Pasal 188 KUHAP pidana tentang pembuktian agar diuji oleh MA," kata Sopian.

Sementara menurut  Welli Kasi Registrasi dan Pelayanan Lembaga Permasyarakatan Kelas 1, Bandar Lampung, membenarkan jika Medi telah dipindahkan ke LP Raja Basa. " untuk saat ini dia di Lapas Raja Basa, menjalani masa tahanan sembari menunggu proses hukum selanjutnya," ungkap Welli.

Welli mengatakan, Medi Andika melakukan kegiatan sama seperti narapidana lainya, seperti halnya mengaji berolahraga serta beraktifitas, " diacara hari kemardekaan ini dia ikut lomaba sepak bola, kalau mengaji dia rutin tiap hari," katanya.

Semua narapidana di LP Rajabasa, hampir secara keseluruhan rutin menjalankan ibadah, terlebih didalam Lembaga ini telah didirikan pondok pesantreb oleh gubernur, " kalau untuk guru mengaji ada yang datang dari pondok pesantren yang dekat-dekat sini, sebagian juga guru ngajinya adalah narapidanan itu sendiri yang pindar membaca Alquraan," katanya.

Daman hal eksekusi, pihak LP tidak mengetahui kapan akan dilakukan, dan di LP Rajabasa memang tidak pernah melakukan eksekusi bagi terpidana mati, " kalau kita inikan hanya sebatas Lembaga tempat tahanan bukan bertugas atau tempat eksekusi. Biasanya kalau untuk eksekusi di LP Nusa Kambangan, pada intinya kami akan mengkuti instruksi jika akan dieksekusi ya kami serahkan," katanya.

Mengenai Narapidana mati lainya, kata Welii sama halnya dengan Medi, mereka beraktifitas seperti biasa, " kalau untu kimpung masih didalam, dia fokus beribadah, hanya saja dia belum terlalu pasih berbahasa Indonesia," kata Welli kepada Lampung Post.

Penulis: Wartawan Lampung Post. Febi Herumanika

Ditolak Banding Oknum Polisi Pemutilasi Anggota DPRD Ajukan Kasasi

Langkah Brigadir Medi Andika terpidana mati kasus pembunuhan terhadap anggora DPRD Bandar Lampung, M Pansor, untuk bebas dari hukuman mati terus dilakukan. Hal ini diungkapkan Sopian Sitepu, Kuasa Hukum terdakwa Medi saat di hubungi Lampung Post, Selasa (15/8/2017).

Sopian Sitepu menuturkan, pada tanggal dua Agustus minggu lalu tim penasehat hukum yang di ketuai olehnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, denga tujuan membatalkan hukuman mati terhadap Medi Andika, " sudah kami lakukan upaya kasasi berkas sudah masuk awal bulani ini sekitar tanggal 2 kemarin," ujar Sopian kemarin.

Dalam hal pengajuan kasasi ini, tim penasehat hukum mau pun terdakwa berharap hukum acara pidana pasal 188 KUHAP, " Harapan kita hukum acara pidana pasal 185 dan Pasal 188 KUHAP pidana tentang pembuktian agar diuji oleh MA," kata Sopian.

Sementara menurut  Welli Kasi Registrasi dan Pelayanan Lembaga Permasyarakatan Kelas 1, Bandar Lampung, membenarkan jika Medi telah dipindahkan ke LP Raja Basa. " untuk saat ini dia di Lapas Raja Basa, menjalani masa tahanan sembari menunggu proses hukum selanjutnya," ungkap Welli.

Welli mengatakan, Medi Andika melakukan kegiatan sama seperti narapidana lainya, seperti halnya mengaji berolahraga serta beraktifitas, " diacara hari kemardekaan ini dia ikut lomaba sepak bola, kalau mengaji dia rutin tiap hari," katanya.

Semua narapidana di LP Rajabasa, hampir secara keseluruhan rutin menjalankan ibadah, terlebih didalam Lembaga ini telah didirikan pondok pesantreb oleh gubernur, " kalau untuk guru mengaji ada yang datang dari pondok pesantren yang dekat-dekat sini, sebagian juga guru ngajinya adalah narapidanan itu sendiri yang pindar membaca Alquraan," katanya.

Daman hal eksekusi, pihak LP tidak mengetahui kapan akan dilakukan, dan di LP Rajabasa memang tidak pernah melakukan eksekusi bagi terpidana mati, " kalau kita inikan hanya sebatas Lembaga tempat tahanan bukan bertugas atau tempat eksekusi. Biasanya kalau untuk eksekusi di LP Nusa Kambangan, pada intinya kami akan mengkuti instruksi jika akan dieksekusi ya kami serahkan," katanya.

Mengenai Narapidana mati lainya, kata Welii sama halnya dengan Medi, mereka beraktifitas seperti biasa, " kalau untu kimpung masih didalam, dia fokus beribadah, hanya saja dia belum terlalu pasih berbahasa Indonesia," kata Welli kepada Lampung Post.

Penulis: Wartawan Lampung Post. Febi Herumanika
Foto Pesantren Mini Tempat Ribuan Narapidana Lapas Rajabasa Belajar Menghapal Alquran 

Jejeran mobil mewah berbaris rapi di Jalan Pramuka, Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung, Kami (17/8/2017). Siang itu Arloji menunjukkan pukul 13.00.

Polisi Pakai preman hingga berseragam lengkap dengan sejata memenuhi pintu gerbang tak kala Lampung Post mendatangi LP begitu sebutan masyarakat umum untuk tempat ribuan anak didik Permasyarakatan dibina itu.

Dua petugas Lapas berbaret warna ungu menyetop langkah wartawan ini saat hendak masuk, salah satu tangan bagi masyrakat terutama wartawan yang hendak masuk di cap dan diberi gelanga bertuliskan Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung tertera juga nomor pengunjung digelang tersebut.

Terali besi berwarna biru mengeliling disetiap sudut halaman Lembaga itu, janur kuning sebagai penghias disetiap pintu bergontai terkena tiupan angin. Sangsaka merah putih berkibar disetiap trali besi didalam Lapas.

Didalam aula para pejabat Provinsi Lampubg duduk menghadap group orkes yang memang disajikan para narapidana dan petugas lapas untuk menghibur pejabat Provinsi yang datang akan memberi remisi siang itu.

Kubah besar berbalut kain putih tergeletak tepat disamping aula dimana tempat para pejabat berkumpul itu menandakan Masjid Darul Taubah tempat pesantren narapidana yang tengah mejalani hukuman belum selesai direnopasi.

250 pekerja yang secara keseluruhan setiap hari bergotongroyong menyelesaiakan masjid tempat mereka menuntut ilmu belajar mengaji, diman ketika mereka bebas kelak dapat menghapal kitab suci Alquraan.

" secara bergantian kami bergotongroyong menyelesaikan pembangunan masjid, setiap hari pekerjanya 250 orang digilir," ungkap Siswantoro salah seorsng narapidana di LP Rajabasa kemarin.

Dipesantren ini kata Siswantoro ribuan santri belajar mengaji dari mulai bejar ikro hingga fasih membaca Alquraan, tujuanya supaya kelak keluar dari penjara ini bisa mengajar mengaji dan menjadi orang yang betul-betul bertaubat, " dari mulai Alif hingga betul-betul bisa membaca Alquran disini tempat ribuan napi belajar. Mudah-mudahan nanti keluar dari sini bisa diterima masyarakat dan betul-betul taubat tidak kembali lagi sebagai anak didik permasyarakatan," katanya.

Menurut Siswantoro beberapa tahun terakhir di Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung, cukup banyak kemajuan dari mulai menghapal Alquraan hingga belajar membuat sesuat benda yang tidak berarti sampai laku dijual dipasaraan,

" selesai ngaji darinsini kami dapat piagam penghargaan, Alhamdulillah saya merasa senang belajar mengaji disini. Saya mohon ampun tidak akan lagi mengulang kesalahan yang saya lakukan selama ini, mudah-mudahan setelah keluar menjadi manusia berguna bagi keluarga nusa dan bangsa ini," kayajya.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo seusai memberi remisi kepada para narapidana mengatakan, kedepan pasilitas lembaga permasyarakatan akan dibenahi mulai dari perlengkapan untuk napi belajar berkereasi hingga, tempat mereka belajar mengaji.

" kami selaku pemerintah akan terus mengupayakan memenuhi segala bentu kekurangan yang ada selama ini, kemarin kita sudah bantu peralatan untuk latihan, sumur bor dan membangu pesantren mini disini, kedepan kita terus akan berbenah," kata Gubernur. Penulis: Febi Herumanika, Wartawan Lampung Post

Lapas Berjeruji Tempat Ku Mengaji

Foto Pesantren Mini Tempat Ribuan Narapidana Lapas Rajabasa Belajar Menghapal Alquran 

Jejeran mobil mewah berbaris rapi di Jalan Pramuka, Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung, Kami (17/8/2017). Siang itu Arloji menunjukkan pukul 13.00.

Polisi Pakai preman hingga berseragam lengkap dengan sejata memenuhi pintu gerbang tak kala Lampung Post mendatangi LP begitu sebutan masyarakat umum untuk tempat ribuan anak didik Permasyarakatan dibina itu.

Dua petugas Lapas berbaret warna ungu menyetop langkah wartawan ini saat hendak masuk, salah satu tangan bagi masyrakat terutama wartawan yang hendak masuk di cap dan diberi gelanga bertuliskan Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung tertera juga nomor pengunjung digelang tersebut.

Terali besi berwarna biru mengeliling disetiap sudut halaman Lembaga itu, janur kuning sebagai penghias disetiap pintu bergontai terkena tiupan angin. Sangsaka merah putih berkibar disetiap trali besi didalam Lapas.

Didalam aula para pejabat Provinsi Lampubg duduk menghadap group orkes yang memang disajikan para narapidana dan petugas lapas untuk menghibur pejabat Provinsi yang datang akan memberi remisi siang itu.

Kubah besar berbalut kain putih tergeletak tepat disamping aula dimana tempat para pejabat berkumpul itu menandakan Masjid Darul Taubah tempat pesantren narapidana yang tengah mejalani hukuman belum selesai direnopasi.

250 pekerja yang secara keseluruhan setiap hari bergotongroyong menyelesaiakan masjid tempat mereka menuntut ilmu belajar mengaji, diman ketika mereka bebas kelak dapat menghapal kitab suci Alquraan.

" secara bergantian kami bergotongroyong menyelesaikan pembangunan masjid, setiap hari pekerjanya 250 orang digilir," ungkap Siswantoro salah seorsng narapidana di LP Rajabasa kemarin.

Dipesantren ini kata Siswantoro ribuan santri belajar mengaji dari mulai bejar ikro hingga fasih membaca Alquraan, tujuanya supaya kelak keluar dari penjara ini bisa mengajar mengaji dan menjadi orang yang betul-betul bertaubat, " dari mulai Alif hingga betul-betul bisa membaca Alquran disini tempat ribuan napi belajar. Mudah-mudahan nanti keluar dari sini bisa diterima masyarakat dan betul-betul taubat tidak kembali lagi sebagai anak didik permasyarakatan," katanya.

Menurut Siswantoro beberapa tahun terakhir di Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung, cukup banyak kemajuan dari mulai menghapal Alquraan hingga belajar membuat sesuat benda yang tidak berarti sampai laku dijual dipasaraan,

" selesai ngaji darinsini kami dapat piagam penghargaan, Alhamdulillah saya merasa senang belajar mengaji disini. Saya mohon ampun tidak akan lagi mengulang kesalahan yang saya lakukan selama ini, mudah-mudahan setelah keluar menjadi manusia berguna bagi keluarga nusa dan bangsa ini," kayajya.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo seusai memberi remisi kepada para narapidana mengatakan, kedepan pasilitas lembaga permasyarakatan akan dibenahi mulai dari perlengkapan untuk napi belajar berkereasi hingga, tempat mereka belajar mengaji.

" kami selaku pemerintah akan terus mengupayakan memenuhi segala bentu kekurangan yang ada selama ini, kemarin kita sudah bantu peralatan untuk latihan, sumur bor dan membangu pesantren mini disini, kedepan kita terus akan berbenah," kata Gubernur. Penulis: Febi Herumanika, Wartawan Lampung Post
Kebakaran Mobil Di Sukadanaham Foto Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Satu unit kendaraan hangus terbakar tak bersisa, di Jalan Pangeran Bandar Marga, Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Sabtu dini hari (19/8/2017).
Berdasarkan keterangan yang di Himpun Lampost.co, diduga kendaraan roda empat merk Cheroke dengan nomor polisi BE 1447 CO itu terbakar akibat korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, si pengendara Aris (45) warga Way Halim berhasil selamat.
Kabid kesiapsiagaan dan penanggulangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Rizki membenarkan hal tersebut.
"Ia ada mobil kebakaran, sekitar pukul 00.50 WIB di Sukadanaham, api keluar dari kap mobil," katanya kepada Lampost.co.
Api berhasil dipadamkan sekitar 15 menit kemudian, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, mengingat kendaraan roda empat tersebut, hangus tak bersisa.
"Dua unit damkar kita turunkan, untuk memadamkan api," papar Rizki.
Sumber:Lampost.co

Diduga Korsleting, Mobil Hangus di Sukadanaham

Kebakaran Mobil Di Sukadanaham Foto Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Satu unit kendaraan hangus terbakar tak bersisa, di Jalan Pangeran Bandar Marga, Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Sabtu dini hari (19/8/2017).
Berdasarkan keterangan yang di Himpun Lampost.co, diduga kendaraan roda empat merk Cheroke dengan nomor polisi BE 1447 CO itu terbakar akibat korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, si pengendara Aris (45) warga Way Halim berhasil selamat.
Kabid kesiapsiagaan dan penanggulangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Rizki membenarkan hal tersebut.
"Ia ada mobil kebakaran, sekitar pukul 00.50 WIB di Sukadanaham, api keluar dari kap mobil," katanya kepada Lampost.co.
Api berhasil dipadamkan sekitar 15 menit kemudian, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, mengingat kendaraan roda empat tersebut, hangus tak bersisa.
"Dua unit damkar kita turunkan, untuk memadamkan api," papar Rizki.
Sumber:Lampost.co

Friday, August 18, 2017

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo tampil satu jam mempromosikan Lampung The Treasure of Sumatera di ajang Jakarta Marketing Week (JMW) yang digelar di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2017). Dok. Humas Pemprov Lampung



JAKARTA -- Provinsi Lampung masuk  lima besar daerah tujuan wisatawan asal Jakarta di Indonesia, dalam dua tahun terakhir. Wisatawan Jakarta melirik Lampung karena dekat, mudah diakses, dan aman.
"Wisatawan asal asal Jakarta, terutama anak-anak muda mulai melirik Lampung sejak dua tahun terakhir. Tujuan favoritnya Krakatau, Teluk Kiluan, Taman Nasional Way Kanan, Pahawang, dan Tanjung Setia. Lampung selalu membuat anak-anak muda kembali, karena banyak tempat-tempat wisata baru," kata Edi M. Yamin, pendiri Backpacker Jakarta, pada sesi pariwisata Lampung di ajang Jakarta Marketing Week (JMW) di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2017).
JMW merupakan ajang pemasaran yang digelar MarkPlus, Inc., selama 7 hari 70 jam nonstop, 3-9 Mei 2017. Pada acara ini, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo tampil satu jam mempromosikan Lampung The Treasure of Sumatera. Turut mendampingi Gubernur Ridho, pakar pariwisata Sapta Nirwandar, Kepala Bappeda Taufik Hidayat, Kepala Dinas Perindustrian Tony Tobing, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, Budiharto, dan Kepala Dinas Perdagangan Ferynia Mawardji.
Pada sesi talkshow yang dipandu pakar marketing Hermawan Kartajaya itu, Edi M. Yamin mengatakan komunitas Backpacker Jakarta yang menghimpun 2.700 anggota aktif, paling tidak lima kali sebulan membawa rombongan ke Lampung. Tingginya minat wisatawan ke Lampung, karena membaiknya citra Lampung di bidang keamanan dan masih alami.
Naiknya posisi Lampung di peta pariwisata, menurut Hermawan Kartajaya, mirip kisah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang semula cuma perlintasan menuju Bali, tapi kini menjadi daerah tujuan utama wisatawan. "Lampung jangan hanya daerah perlintasan, tapi harus mampu seperti Banyuwangi. Jika tren kenaikan wisatawan terus meningkat, bukan tidak mungkin Lampung membayangi Bali," kata Hermawan.
Herwmawan yakin Lampung bisa berbuat banyak di sektor pariwisata, dengan memanfaatkan keragaman suku, terutama warga Bali yang terbanyak di luar Provinsi Bali. Oleh karena itu, Hermawan meminta Gubernur Ridho tidak hanya membungkus Lampung dengan slogan The Treasure of Sumatera, tapi mencari moto lain, agar posisi Lampung tidak hanya daerah perlintasan.
Pakar pemasaran nomor satu Indonesia itu memberikan Gubernur Ridho dua julukan baru Lampung, yakni 'Sumatera Start From Lampung dan The Gateway of Sumatera. "Lampung harus menjual kedekatannya dengan Jakarta. Ini persis seperti Banyuwangi yang dekat dengan Bali. Oleh karena itu, Lampung harus mengembangkan leasure tourisme dan mulai membidik wisatawan massal," kata Hermawan.
Provinsi Lampung tak cukup hanya mengandalkan keindahan alam jika ingin menjadi destinasi unggulan. Keunggulan Lampung yang dekat dengan Jakarta, kata Hermawan, harus ditunjang akses, amenity, dan atraksi. "Perekonomian Lampung bisa terdongkrak lewat pariwisata. Modalnya tak besar, tapi dampaknya luar biasa. Banyak daerah yang ekonominya naik karena pariwasata padahal jauh dari Jakarta," kata Hermawan.


Sumber:Lampost.co

Provinsi Lampung masuk lima besar daerah tujuan wisatawan

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo tampil satu jam mempromosikan Lampung The Treasure of Sumatera di ajang Jakarta Marketing Week (JMW) yang digelar di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2017). Dok. Humas Pemprov Lampung



JAKARTA -- Provinsi Lampung masuk  lima besar daerah tujuan wisatawan asal Jakarta di Indonesia, dalam dua tahun terakhir. Wisatawan Jakarta melirik Lampung karena dekat, mudah diakses, dan aman.
"Wisatawan asal asal Jakarta, terutama anak-anak muda mulai melirik Lampung sejak dua tahun terakhir. Tujuan favoritnya Krakatau, Teluk Kiluan, Taman Nasional Way Kanan, Pahawang, dan Tanjung Setia. Lampung selalu membuat anak-anak muda kembali, karena banyak tempat-tempat wisata baru," kata Edi M. Yamin, pendiri Backpacker Jakarta, pada sesi pariwisata Lampung di ajang Jakarta Marketing Week (JMW) di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2017).
JMW merupakan ajang pemasaran yang digelar MarkPlus, Inc., selama 7 hari 70 jam nonstop, 3-9 Mei 2017. Pada acara ini, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo tampil satu jam mempromosikan Lampung The Treasure of Sumatera. Turut mendampingi Gubernur Ridho, pakar pariwisata Sapta Nirwandar, Kepala Bappeda Taufik Hidayat, Kepala Dinas Perindustrian Tony Tobing, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, Budiharto, dan Kepala Dinas Perdagangan Ferynia Mawardji.
Pada sesi talkshow yang dipandu pakar marketing Hermawan Kartajaya itu, Edi M. Yamin mengatakan komunitas Backpacker Jakarta yang menghimpun 2.700 anggota aktif, paling tidak lima kali sebulan membawa rombongan ke Lampung. Tingginya minat wisatawan ke Lampung, karena membaiknya citra Lampung di bidang keamanan dan masih alami.
Naiknya posisi Lampung di peta pariwisata, menurut Hermawan Kartajaya, mirip kisah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang semula cuma perlintasan menuju Bali, tapi kini menjadi daerah tujuan utama wisatawan. "Lampung jangan hanya daerah perlintasan, tapi harus mampu seperti Banyuwangi. Jika tren kenaikan wisatawan terus meningkat, bukan tidak mungkin Lampung membayangi Bali," kata Hermawan.
Herwmawan yakin Lampung bisa berbuat banyak di sektor pariwisata, dengan memanfaatkan keragaman suku, terutama warga Bali yang terbanyak di luar Provinsi Bali. Oleh karena itu, Hermawan meminta Gubernur Ridho tidak hanya membungkus Lampung dengan slogan The Treasure of Sumatera, tapi mencari moto lain, agar posisi Lampung tidak hanya daerah perlintasan.
Pakar pemasaran nomor satu Indonesia itu memberikan Gubernur Ridho dua julukan baru Lampung, yakni 'Sumatera Start From Lampung dan The Gateway of Sumatera. "Lampung harus menjual kedekatannya dengan Jakarta. Ini persis seperti Banyuwangi yang dekat dengan Bali. Oleh karena itu, Lampung harus mengembangkan leasure tourisme dan mulai membidik wisatawan massal," kata Hermawan.
Provinsi Lampung tak cukup hanya mengandalkan keindahan alam jika ingin menjadi destinasi unggulan. Keunggulan Lampung yang dekat dengan Jakarta, kata Hermawan, harus ditunjang akses, amenity, dan atraksi. "Perekonomian Lampung bisa terdongkrak lewat pariwisata. Modalnya tak besar, tapi dampaknya luar biasa. Banyak daerah yang ekonominya naik karena pariwasata padahal jauh dari Jakarta," kata Hermawan.


Sumber:Lampost.co
2018 Kemenkeu Pastikan PNS Tidak Naik Gaji 

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Terkait tidak naiknya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2018, Kepala Biro Keuangan Provinsi Lampung, Minhairin, mengaku Pemerintah Provinsi hanya mengikuti perintah yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"Ya kami ikut saja kalau aturan pusat seperti itu. Kami kan di daerah perpanjangan tangan pusat, jad ikut saja," kata dia melalui telepon, Jumat (18/8/2017) malam.
Menurut Minhairin, dengan adanya perintah tersebut pihaknya tidak akan menggantikan anggaran gaji PNS dengan program lainnya. Sebab, peraturan tersebut diterapkan untuk menekan anggaran dan mengalihkannya pada pensiunan PNS. "Tidak ada diganti program lain, kami hanya ikut aturan pusat saja," ungkapnya.
Semetara Asisten Administrasi Umum Setprov, Hamartoni A. Hadis mengatakan belum mengetahui hal tersebut dan enggan dimintai keterangan. "Saya belum tahu soal itu, saya belum bisa komentar," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa gaji pokok PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak akan naik pada 2018. Ketentuan mengenai gaji PNS masih sama dengan tahun 2016.
“Untuk PNS aktif diberikan (tambahan) gaji ke-13 dan THR (tunjangan hari raya), lalu untuk pensiunan diberikan juga gaji ke-13 dan THR,” kata Sri Mulyani saat jumpa pers di Direktorat Jenderal Pajak, Kemenkeu Jakarta pada Rabu (16/8).
Sumber: BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Terkait tidak naiknya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2018, Kepala Biro Keuangan Provinsi Lampung, Minhairin, mengaku Pemerintah Provinsi hanya mengikuti perintah yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"Ya kami ikut saja kalau aturan pusat seperti itu. Kami kan di daerah perpanjangan tangan pusat, jad ikut saja," kata dia melalui telepon, Jumat (18/8/2017) malam.
Menurut Minhairin, dengan adanya perintah tersebut pihaknya tidak akan menggantikan anggaran gaji PNS dengan program lainnya. Sebab, peraturan tersebut diterapkan untuk menekan anggaran dan mengalihkannya pada pensiunan PNS. "Tidak ada diganti program lain, kami hanya ikut aturan pusat saja," ungkapnya.
Semetara Asisten Administrasi Umum Setprov, Hamartoni A. Hadis mengatakan belum mengetahui hal tersebut dan enggan dimintai keterangan. "Saya belum tahu soal itu, saya belum bisa komentar," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa gaji pokok PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak akan naik pada 2018. Ketentuan mengenai gaji PNS masih sama dengan tahun 2016.
“Untuk PNS aktif diberikan (tambahan) gaji ke-13 dan THR (tunjangan hari raya), lalu untuk pensiunan diberikan juga gaji ke-13 dan THR,” kata Sri Mulyani saat jumpa pers di Direktorat Jenderal Pajak, Kemenkeu Jakarta pada Rabu (16/8).
Sumber : Lampost.co

2018 Gaji PNS Tidak Naik

2018 Kemenkeu Pastikan PNS Tidak Naik Gaji 

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Terkait tidak naiknya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2018, Kepala Biro Keuangan Provinsi Lampung, Minhairin, mengaku Pemerintah Provinsi hanya mengikuti perintah yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"Ya kami ikut saja kalau aturan pusat seperti itu. Kami kan di daerah perpanjangan tangan pusat, jad ikut saja," kata dia melalui telepon, Jumat (18/8/2017) malam.
Menurut Minhairin, dengan adanya perintah tersebut pihaknya tidak akan menggantikan anggaran gaji PNS dengan program lainnya. Sebab, peraturan tersebut diterapkan untuk menekan anggaran dan mengalihkannya pada pensiunan PNS. "Tidak ada diganti program lain, kami hanya ikut aturan pusat saja," ungkapnya.
Semetara Asisten Administrasi Umum Setprov, Hamartoni A. Hadis mengatakan belum mengetahui hal tersebut dan enggan dimintai keterangan. "Saya belum tahu soal itu, saya belum bisa komentar," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa gaji pokok PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak akan naik pada 2018. Ketentuan mengenai gaji PNS masih sama dengan tahun 2016.
“Untuk PNS aktif diberikan (tambahan) gaji ke-13 dan THR (tunjangan hari raya), lalu untuk pensiunan diberikan juga gaji ke-13 dan THR,” kata Sri Mulyani saat jumpa pers di Direktorat Jenderal Pajak, Kemenkeu Jakarta pada Rabu (16/8).
Sumber: BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Terkait tidak naiknya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2018, Kepala Biro Keuangan Provinsi Lampung, Minhairin, mengaku Pemerintah Provinsi hanya mengikuti perintah yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"Ya kami ikut saja kalau aturan pusat seperti itu. Kami kan di daerah perpanjangan tangan pusat, jad ikut saja," kata dia melalui telepon, Jumat (18/8/2017) malam.
Menurut Minhairin, dengan adanya perintah tersebut pihaknya tidak akan menggantikan anggaran gaji PNS dengan program lainnya. Sebab, peraturan tersebut diterapkan untuk menekan anggaran dan mengalihkannya pada pensiunan PNS. "Tidak ada diganti program lain, kami hanya ikut aturan pusat saja," ungkapnya.
Semetara Asisten Administrasi Umum Setprov, Hamartoni A. Hadis mengatakan belum mengetahui hal tersebut dan enggan dimintai keterangan. "Saya belum tahu soal itu, saya belum bisa komentar," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa gaji pokok PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak akan naik pada 2018. Ketentuan mengenai gaji PNS masih sama dengan tahun 2016.
“Untuk PNS aktif diberikan (tambahan) gaji ke-13 dan THR (tunjangan hari raya), lalu untuk pensiunan diberikan juga gaji ke-13 dan THR,” kata Sri Mulyani saat jumpa pers di Direktorat Jenderal Pajak, Kemenkeu Jakarta pada Rabu (16/8).
Sumber : Lampost.co
Ungkapa Kasus Kapolda Lampung Irjen Sujarno Tunjukkan Barang Bukti 7Kg Sabu 


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepolisian Daerah Polda Lampung bersama jajaran Badan Narkotikan Nasional menangkap dua  bandar narkotika jenis sabu-sabu, di Jalan Poros Mesuji Tulangbawang, Selasa (15/8/2017), sekitar pukul 10.00. Kedua pelaku, yakni Dento Prianto, kelahiran Cilacap, Jawa Tengah dan Aliyus kelahiran Serengsem, Panjang, Bandar Lampung.

Dari hasil pengkapan itu polisi Bersama BNN mengamankan barang bukti jenis sabu seberat 7 kilogram dari bawah jok kendaraan jenis Toyota Avanza hitam milik kedua pelaku.
Keduanya terpaksa dilumpuhkan karena mencoba kabur saat akan ditangkap. "Tterpaksa kita lumpuhkan keduanya, karena mereka melarikan diri dari petugas saat akan ditangkap. Kedua tersangka kritis, " ujar Kapolda Lampung Irjen Sudjarno saat ungkap kasus di Rumah Sakit Bayangkara, Jalan Pramuka, tadi malam (15/8/2017).
Sudjarno memastikan barang haram jenis sabu-sabu yang dibawa keduan pelaku berasal dari luar negeri masuk melaui Sumatera bagian selatan kemudian selanjutnya akan melintasi Lampung. "Nah kebetulan pas anggota lagi nyanggongin, mereka melintas dan saat dilakukan pemeriksaan ditemukan barang bukti 7 kg sabu-sabu ini," kata Kapolda.
Pelaku, menurut Kapolda Sudjarno, menggunakan kesempatan melintas di Lampung saat anggota kepolisan bersama jajaran tengah melakukan pemusnahan barang bukti yang dilakukan Selasa  (15/8/2017). " Mereka ini tahu kalau kita lagi melakukan pemusnahan barang bukti, tapi kita tidak boleh lengah sebagai daerah perlintasan kita harus selalu siap melakuakn pengintaian, setiap saat harus mendapat informasi, " katanya.
Kapolda mengatakan jenis pembungkus sabu yang dibawa kedua pelaku adalah jenis baru. Untuk itu pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut asal sabu dengan jenis seperti yang dibawa tersangka berasal dari mana. "Jjenis bungkusan seperti ini baru kita dapat sekarang, kalau yang sebelumnya menggunakan bungkus makanan anak-anak tapi ini jenis baru untuk asal negara mana akan kita koordinasikan dengan Mabes Polri terlebih dahulu, yang jelas dari luar negeri," kata Sudjarno.
Mantan Wakapolda Metrojaya ini tidak dapat memastikan kedua pelaku yang ditangkap merupakan kurir atau bandar besar. Menurut dia, sabu-sabu yang diamankan dari keduanya sebanyak 7 kg. " Saya tidak tahu apakah mereka kurir atau bandar yang jelas mereka berdua ini telah merusak masa depan 70 ribu jiwa karena perbuatanya dan sudah sepantasnya mereka dihukum berat atau hukuman mati," katanya.
Dalam hal tindakan tegas dan teruku,r kata Kapolda, akan terus dilakukan jajaranya, mengingat Provinsi Lampung sebagai daerah perlintasan. "Sebagai daerah lintasan begitu marak peredaran narkoba, saya tegaskan lagi tindakan tegas dan terukur tetap dilakukan," pungkasnya.

Sumber: Lampost.co


Bawa Sabu 7 Kg Dua Pelaku Nyaris Tewas Ditembak

Ungkapa Kasus Kapolda Lampung Irjen Sujarno Tunjukkan Barang Bukti 7Kg Sabu 


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepolisian Daerah Polda Lampung bersama jajaran Badan Narkotikan Nasional menangkap dua  bandar narkotika jenis sabu-sabu, di Jalan Poros Mesuji Tulangbawang, Selasa (15/8/2017), sekitar pukul 10.00. Kedua pelaku, yakni Dento Prianto, kelahiran Cilacap, Jawa Tengah dan Aliyus kelahiran Serengsem, Panjang, Bandar Lampung.

Dari hasil pengkapan itu polisi Bersama BNN mengamankan barang bukti jenis sabu seberat 7 kilogram dari bawah jok kendaraan jenis Toyota Avanza hitam milik kedua pelaku.
Keduanya terpaksa dilumpuhkan karena mencoba kabur saat akan ditangkap. "Tterpaksa kita lumpuhkan keduanya, karena mereka melarikan diri dari petugas saat akan ditangkap. Kedua tersangka kritis, " ujar Kapolda Lampung Irjen Sudjarno saat ungkap kasus di Rumah Sakit Bayangkara, Jalan Pramuka, tadi malam (15/8/2017).
Sudjarno memastikan barang haram jenis sabu-sabu yang dibawa keduan pelaku berasal dari luar negeri masuk melaui Sumatera bagian selatan kemudian selanjutnya akan melintasi Lampung. "Nah kebetulan pas anggota lagi nyanggongin, mereka melintas dan saat dilakukan pemeriksaan ditemukan barang bukti 7 kg sabu-sabu ini," kata Kapolda.
Pelaku, menurut Kapolda Sudjarno, menggunakan kesempatan melintas di Lampung saat anggota kepolisan bersama jajaran tengah melakukan pemusnahan barang bukti yang dilakukan Selasa  (15/8/2017). " Mereka ini tahu kalau kita lagi melakukan pemusnahan barang bukti, tapi kita tidak boleh lengah sebagai daerah perlintasan kita harus selalu siap melakuakn pengintaian, setiap saat harus mendapat informasi, " katanya.
Kapolda mengatakan jenis pembungkus sabu yang dibawa kedua pelaku adalah jenis baru. Untuk itu pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut asal sabu dengan jenis seperti yang dibawa tersangka berasal dari mana. "Jjenis bungkusan seperti ini baru kita dapat sekarang, kalau yang sebelumnya menggunakan bungkus makanan anak-anak tapi ini jenis baru untuk asal negara mana akan kita koordinasikan dengan Mabes Polri terlebih dahulu, yang jelas dari luar negeri," kata Sudjarno.
Mantan Wakapolda Metrojaya ini tidak dapat memastikan kedua pelaku yang ditangkap merupakan kurir atau bandar besar. Menurut dia, sabu-sabu yang diamankan dari keduanya sebanyak 7 kg. " Saya tidak tahu apakah mereka kurir atau bandar yang jelas mereka berdua ini telah merusak masa depan 70 ribu jiwa karena perbuatanya dan sudah sepantasnya mereka dihukum berat atau hukuman mati," katanya.
Dalam hal tindakan tegas dan teruku,r kata Kapolda, akan terus dilakukan jajaranya, mengingat Provinsi Lampung sebagai daerah perlintasan. "Sebagai daerah lintasan begitu marak peredaran narkoba, saya tegaskan lagi tindakan tegas dan terukur tetap dilakukan," pungkasnya.

Sumber: Lampost.co